Zakat Mal & Ketentuannya

Zakat Mal adalah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki oleh individu dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara syarak.

Macam-macam zakat mal adalah:

• Hewan ternak. Meliputi semua jenis & ukuran ternak, misal: sapi, kerbau, kambing, domba, dan ayam.
• Hasil pertanian adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan, dll.
• Emas dan perak meliputi harta yang terbuat dari emas dan perak dalam bentuk apapun.
• Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan, dll. Perniagaan termasuk yang diusahakan secara perorangan maupun kelompok/korporasi.
• Hasil Tambang (Makdin) meliputi hasil dari proses penambangan benda-benda yang terdapat dalam perut bumi/laut dan memiliki nilai ekonomis seperti minyak, logam, batu bara, mutiara dan lain-lain.
• Barang Temuan (Rikaz) yaitu harta yang ditemukan dan tidak diketahui pemiliknya.
• Zakat profesi yaitu zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nisab.
Ketentuan zakat mal adalah sebagai berikut:

1. Zakat Hasil Ternak (salah satu jenis Zakat Maal) meliputi hasil dari peternakan hewan baik besar (sapi,unta) sedang (kambing,domba) dan kecil (unggas, dll). Perhitungan zakat untuk masing-masing tipe hewan ternak, baik nisab maupun kadarnya berbeda-beda dan sifatnya bertingkat. Sedangkan haulnya yakni satu tahun untuk tiap hewan.

2. Zakat Hasil Pertanian

Nishab

Nishab hasil pertanian adalah 5 wasaq atau setara dengan 750 kg. Apabila hasil pertanian termasuk makanan pokok, seperti beras, jagung, gandum, kurma, dll, maka nishabnya adalah 750 kg dari hasil pertanian tersebut.
Tetapi jika hasil pertanian itu bukan merupakan makanan pokok, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daun, bunga, dll, maka nisabnya disetarakan dengan harga nisab dari makanan pokok yang paling umum di daerah tersebut.

Kadar

Besar zakat untuk hasil pertanian, apabila diairi dengan air hujan, atau sungai/mata/air, maka 10%, apabila diairi dengan cara disiram / irigasi (ada biaya tambahan) maka zakatnya 5%.

3. Zakat Emas dan Perak

Zakat Emas Ketentuan :
1.Mencapai haul
2.Mencapai nishab, 85 gr emas murni
3.Besar zakat 2,5 %

Zakat Perak Ketentuan :
1. Mencapai haul
2. Mencapai nishab 595 gr perak
3. Besar zakat 2,5 %
4. Zakat Perdagangan
Ketentuan :
1.Telah mencapai haul
2.Mencapai nishab 85 gr emas
3.Besar zakat 2,5 %
4.Dapat dibayar dengan barang atau uang
5. Berlaku untuk perdagangan secara individu atau badan usaha ( CV, PT, koperasi)
6.Cara Hitung :Zakat Perdagangan = ( Modal yang diputar + keuntungan + piutang yang dapat dicairkan ) – (hutang-kerugian) x 2,5

4. Zakat Barang Temuan (Rikaz)

Zakat Barang Temuan (Rikaz) wajib dikeluarkan untuk barang yang ditemukan terpendam di dalam tanah, atau yang biasa disebut dengan harta karun Jadi setiap mendapatkan harta temuan berapapun besarnya, wajib dikeluarkan zakatnya sebesar seperlima dari besar total harta tersebut. Sekian informasi mengenai macam zakat dan ketentuannya