Bisnis Jual Hewan Kurban yang Sukses

Hari Raya Idul Adha memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan dengan menjual hewan untuk kurban. Permintaan pasar terhadap hewan kurban akan melonjak drastis mendekati Hari Raya Idul Adha. Demi mendapatkan hewan kurban yang berkualitas banyak orang yang rela mengeluarkan uang hingga jutaan Rupiah. Oleh karena itu, menjalankan bisnis jual hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha akan menghasilkan keuntungan banyak menggiurkan. Berdasarkan syariat Islam, hewan yang bisa dijadikan hewan kurban adalah hewan ternak seperti unta, kerbau, sapi, domba, dan kambing. Namun, di Indonesia hewan ternak yang biasa dijadikan hewan kurban adalah sapi dan kambing. Untuk menjadi pengusaha hewan kurban yang sukses ada beberapa hal harus diperhatikan, antara lain:

1. Pengetahuan tentang Hewan Kurban

Wajib hukumnya bagi orang-orang yang bergelut di bidang jual hewan kurban mengetahui tentang hewan kurban. Pengetahuan dasar yang harus dikuasai misalnya pengetahuan tentang kriteria hewan yang layak dijadikan hewan kurban, kesehatan hewan, dan yang lainnya. Pengetahuan yang cukup mengenai hewan kurban menjadi bekal untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pembeli hewan kurban. Pengetahuan tersebut bisa dipelajari secara autodidak melalui buku-buku tentang dunia hewan dan peternakan.

2. Membeli Hewan Kurban Jauh-Jauh Hari Sebelum Idul Adha

Dalam prinsip ekonomi harga barang akan semakin tinggi jika permintaan pasar melonjak naik. Hal itu berlaku pula dalam bisnis jual hewan kurban. Harga jual hewan untuk kurban yang dijual sebulan sebelum Hari Raya Idul Adha jauh lebih mahal dibandingkan hewan kurban yang dibeli tiga bulan sebelum Hari Raya Idul Adha. Oleh karena itu, belilah hewan ternak beberapa bulan sebelum Hari Raya Idul Adha dan juallah ketika Hari Raya Idul Adha sudah semakin dekat. Harga jual akan naik hingga berkali-kali lipat menjelang Hari Raya Idul Adha tiba. Selain itu, belilah hewan ternak langsung kepada peternak karena harganya jauh lebih murah dibandingkan membeli hewan kurban di pasar hewan atau penjual biasa.

3. Beli Hewan Kurban dengan Sistem Timbang

Setelah menentukan waktu yang tepat untuk membeli hewan kurban, maka tentukan sistem membeli hewan kurban. Sistem pembelian hewan kurban yang dipilih akan mempengaruhi harga dari hewan tersebut. Di Indonesia ada dua sistem pembelian hewan kurban yaitu sistem jogrok dan sistem timbang. Sistem jogrok adalah sistem pembelian hewan kurban yang mana penjual akan menafsir harga jual hewan kurban berdasarkan kondisi fisik hewan. Semakin baik kondisi fisiknya, semakin mahal harganya. Sedangkan, sistem timbang adalah sistem pembelian yang mana harga jual hewan ditentukan oleh bobot hewan. Untuk pebisnis hewan kurban yang masih pemula sebaiknya memilih sistem timbang untuk mengurangi risiko kerugian karena kurangnya pengalaman dalam menafsir harga.