Ini Alasan Hukum Qurban Idul Menjadi Perdebatan

Hukum qurban Idul Adha bagi umat muslim yang mampu secara materi adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Sedangkan bagi umat muslim yang kurang mampu, hukum berkurban tersebut akan gugur. Sementara itu, ada pendapat lain mengenai hukum qurban, yaitu wajib bagi yang mampu secara materi. Hal ini didasari dari hadis Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Barang siapa yang berkelapangan namun tidak mau berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat sholat kami.” Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai hukum berkurban, namun sebagian ulama memberi jalan keluar berupa tafsir Adwa’ul Bayan, 1120 yang berbunyi “… selayaknya bagi mereka yang mampu tidak meninggalkan berkurban. Karena dengan berkurban akan lebih menenangkan hati dan melepaskan tanggunan, wallahu a’lam.” Oleh sebab itu, tidak ada salahnya bertekad untuk selalu berkurban jika mampu, karena Allah akan memberikan ganjaran yang berkali-kali lipat dari biaya yang dikeluarkan untuk berkurban.

Dalam beberapa kasus, masyarakat melakukan qurban dengan ditujukan atas nama orang yang sudah meninggal. Supaya pahala berkurban tersebut dapat meningkatkan amalan orang yang sudah meninggal tersebut, sehingga perjalanannya di akhirat menjadi lebih mudah. Namun sebenarnya tidak ada hukum qurban Idul Adha yang ditujukan untuk orang yang sudah meninggal. Karena ketika anggota keluarga melakukan qurban, maka pahalanya otomatis untuk seluruh anggota keluarga yang berkurban tersebut, termasuk anggota keluarga yang sudah meninggal.

Sementara itu, dalam kasus lainnya, ada pula masyarakat yang melakukan qurban seekor kambing atas nama satu keluarga dengan tujuan agar pahala menunaikan qurban tersebut bisa untuk satu keluarga. Namun sebagian masyarakat menganggap bahwa berkurban seekor kambing berarti untuk satu nama saja. Padahal dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh H.R. Tirmidzi, dari Abu Ayub R.A. mengatakan bahwa, “Pada masa Rasululloh SAW, seorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” Dengan adanya hadis sahih tersebut, telah jelas bahwa berkurban seekor kambing atas nama satu keluarga hukum qurban Idul Adha tersebut diperbolehkan. Karena kemurahan dan karunia Allah sangat luas termasuk untuk kambing qurban tersebut, sehingga tidak selayaknya hanya ditujukan untuk satu orang saja.

Menunaikan ibadah qurban merupakan sebuah perwujudan rasa syukur atas nikmat yang selama ini diberikan oleh Allah SWT. Selain itu, melaksanakan qurban bagi masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki juga sangat bermanfaat dalam membantu masyarakat yang kurang mampu agar bisa merasakan makanan yang enak dari daging qurban yang mereka terima. Dengan menyadari pentingnya melaksanakan ibadah qurban, maka bukan menjadi persoalan lagi mengenai perdebatan hukum qurban Idul Adha. Karena yang terpenting adalah niat berkurban adalah ikhlas karena Allah SWT. Apalagi saat ini sudah ada Global Qurban yang membuat ibadah berkurban Anda menjadi lebih afdhol.